Sisi Lain


Tira Persikabo, Ada Apa Denganmu?

02 September 2019   10:42:34
Tira Persikabo, Ada Apa Denganmu?

SHOPEE LIGA 1 2019 TIRA PERSIKABO

JAKARTA - Bukan Persija Jakarta, Persib Bandung, Madura United, atau Persebaya Surabaya yang bersaing ketat di puncak klasemen Shopee Liga 1 2019. Hingga pertandingan ke-17 di kompetisi strata tertinggi sepak bola nasional, sang penantang puncak klasemen ialah Tira Persikabo.

Fakta ini jelas-jelas mementahkan prediksi banyak pihak. Tira Persikabo yang awalnya diperkirakan akan tampil biasa-biasa saja, ternyata malah menjadi tim yang merecoki papan atas.

Tak cuma itu, tim didikan Rahmad Darmawan itu telah mengukir catatan fantastis pada putaran pertama. Di antaranya, hingga laga ke-17, bersama Bali United, merupakan tim yang baru merasakan dua kekalahan. Lalu, bersama Bali United pula, merupakan tim yang sejauh ini mampu surplus 16 gol.

Meski begitu, Tira Persikabo sempat juga memunculkan statistik ironis. Ketika melawat ke kandang Persela Lamongan pada pekan ke-16, mereka takluk 1-6! Perlu diketahui, itu merupakan kekalahan terbanyak (dalam satu laga, red) di antara semua kontestan Shopee Liga 1 2019 sepanjang putaran pertama.

Pertanyaannya, ada apa dengan Tira Persikabo?

Menilik perjalanan panjang Tira Persikabo sepanjang musim ini, sesungguhnya tak ada yang istimewa dengan tim ini. Dari materi pemain, mereka tak memiliki materi semewah Bali United atau Arema FC.

Mereka juga tak melakoni persiapan yang panjang. Tim ini masih mempertahankan materi-materi lokal musim lalu. Sebut saja Manahati Lestusen, Abduh Lestaluhu, dan Wawan Febrianto. Lalu mereka mendatangkan pemain asing anyar sekelas Parfait Luis Essengue, Ciro Alves Ferreira, dan Loris Arnaud. Dari ketiga pemain asing tersebut, hanya Arnauld yang pernah merasakan kultur sepak bola Indonesia. Dua nama yang lain merupakan new comer.

Harus diakui, sentuhan teknis ala Rahmad Darmawan memang menjadi salah satu penyebab yang membuat tim ini mengejutkan. Tangan dingin pelatih asal Lampung ini, telah membuat potensi sebagian besar pemain kembali terangkat.

Manahati contohnya. Pemain yang kembali dipanggil timnas senior itu tampil lebih dingin, tenang dan berkelas. Kemudian Wawan lebih percaya diri dan produktif. Begitu juga dengan performa pemain asing seperti Ciro Alves dan Parfait Luis.

Di luar teknis, ada hal lain yang benar-benar diperhatikan Rahmad Darmawan. Itu ada pada psikologis pemain. “ Pada awal musim, saya melihat sisi emosional menjadi salah satu persoalan serius di tim ini. Itu yang harus segera dibenahi,” jelas Rahmad yang pernah mengantongi gelar juara di kasta tertinggi bersama Persipura Jayapura dan Sriwijaya FC ini.

Lebih lanjut, Rahmad menjelaskan, sentuhan emosi pemain harus lebih diperhatikan, usai mengamati hasil mengecewakan selama tampil di Piala Presiden 2019 lalu. Saat itu, melawan Persebaya, Manahati dkk tampil jeblok dan emosional.

“Setelah pertandingan itu, saya tekankan pada manajemen dan pemain. Target kita tidaklah terlalu tinggi di Liga 1. Kami hanya ingin tim ini bisa menyabet tim fair play pada akhir musim,” beber Rahmad.

Tak dinyana, perubahan target itu malah membuat para pemain tampil lebih maksimal. Jauh lebih bagus dari ekspetasi yang diharapkan. Bukan hanya level emosional pemain yang jauh lebih dingin, namun juga performa tim meningkat.

Alhasil, statistik terbilang memuaskan. Sampai dengan laga ke-16, jumlah shots on target yang dibuat Tira Persikabo mencapai 75 tembakan. Lalu, shoots of target mencapai 87 tembakan. Artinya, tim ini lihai membuat peluang.

Lalu, kenapa bisa kebobolan enam gol saat melawan Persela? Harus diakui, ketika melawan Persela, beberapa pemain inti tak bisa diturunkan. Manahati Lestusen, Awan Seto, dan Osas Saha harus absen karena dipanggil timnas. Hal itu membuat keseimbangan Tira Persikabo, berubah drastis. Di sisi lain, Persela sangat jeli melihat situasi itu.

Untungnya selepas laga kontra Persela, Tira Persikabo bangkit. Pada laga ke-17, mereka menorehkan hasil imbang 2-2 saat menjamu Borneo FC.

Benar, itu hasil yang tak memuaskan karena berstatuskan tuan rumah. Tapi setidaknya trauma kekalahan telak tak terjadi lagi.

Terlepas dari itu semua, ada pesan penting yang didapatkan Tira Persikabo. Ketika skuat inti banyak yang absen, ternyata kekuatan tim menjadi timpang. Apa pun alasannya, ini yang harus diwaspadai. Ingat, bukankah ke depannya masih banyak agenda timnas yang bisa jadi tetap membutuhkan pemain-pemain dari Tira Persikabo?  

Sebagai pelatih dengan sarat pengalaman di kasta tertinggi sepak bola nasional, RD pasti memahami soal ini.

 

 

 



Sisi Lain

Djanur Tak Gentar Hadapi Persija
22 September 2019   21:14:23

Commercial